Bisecurity Farm
Blog ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Ternak Unggas prodi S1 Peternakan 2018, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret
Dosen pembimbing: Ratih Dewanti S. Pt., M. Sc.
- Kelompok 4
- Andes Isya Agastya. (H0518008)
- Dewi mawas pribadi. (H0518024)
- Mohammad Ilham D. (H0518057)
- Nasichatul Hamimah. (H0518064)
- Slamet Prihatin. (H0518087)
Biosecurity adalah suatu tindakan untuk menghindari kontak antara hewan dan mikroorganisme dan merupakan pintu pertahanan pertama dalam upaya pengendalian penyebaran suatu penyakit.
Biosecurity dilakukan untuk meminimalkan jumlah bibit penyakit dan mencegah ayam terinfeksi, peternak harus dapat menerapkan biosecurity secara optimal sebagai sistem perlindungan dari luar disamping melakukan vaksinasi.
Manajemen pemeliharaan dengan diterapkannya biosecurity secara ketat merupakan perpaduan tepat sebagai kunci sukses pemeliharaan ayam. Biaya yang dikeluarkan untuk pencegahan pun akan lebih murah.dibandingkan dengan biaya pengobatan/ penanganan saat sudah terjadinya wabah penyakit.

Hal terpenting dari sistem biosecurity adalah pelaksaannya yang dilakukan secara menyeluruh dan terus-menerus. Biosecurity tidak harus identik dengan biaya yang besar, namun dapat diterapkan sesuai persyaratan dengan biaya yang murah.
Penerapan biosecurity yang paling umum dilakukan peternak adalah sanitasi kandang dengan menyemprot desinfektan. Namun hal ini tidak cukup untuk menekan bibit penyakit di lingkungan peternakan. Pada dasarnya, biosecurity diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk melindungi makhluk hidup dari bibit penyakit.
Dalam usaha budidaya ayam, biosecurity sebagai upaya untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit menular ke dalam maupun keluar lingkungan peternakan. Oleh karenanya, penerapan biosecurity harus secara menyeluruh, terus menerus dan dinamis untuk menjaga ayam agar terhindar dari bibit penyakit. Tentunya sistem biosecurity tidak akan berjalan secara efektif tanpa melibatkan masyarakat peternakan seperti pemilik, manager, pekerja atau pegawai kandang serta seluruh pengunjung peternakan.

Biosekurity apabila dipraktekkan, ia akan membantu pemilik peternakan dan lingkungan tetangganya keluar dari berbagai permasalahan. Pengendalian penyakit merupakan bagian dari rasa tanggung jawab terhadap yang lain. Penyakit tidak dapat dikendalikan dan diberantas dengan cara berdiam diri atau memberikan informasi yang salah. Ketika upaya untuk memberantas dan mengendalikan agen penyakit dilakukan, pemilik peternakan harus memanfaatkan peristiwa alam sekitar seperti sinar matahari, panas, kering, hujan, angin dan waktu atau musim.
Seringkali pemilik hanya memikirkan kerugian pendapatan ketika kandangnya kosong, padahal mortalitas yang tinggi dan penampilan yang buruk biasanya lebih merugikan lagi bila terburu-buru untuk memasukkan flok ayam baru. Oleh karena itu lebih baik menunggu sedikit lebih lama (sekitar dua minggu lebih) kandang dibiarkan dalam keaadaan istirahat dulu sebelum flok berikutnya masuk.

Berikut beberapa penerapan biosecurity yang dapat dilakukan pada Ayam Broiler
- Biosekuriti pada sumber ayam/DOC.
Penerapan biosekuriti pada aspek sumber ayam DOC (Day Old Chicken) dimaksudkan untuk mempertahankan kesehatan hewan sebelum kontak dengan hewan lain. Penerapan biosekuriti pada aspek sumber ayam dari masing-masing peternakan hasil penelitian, bahwa terhadap aspek kelengkapan SKKH pada ayam DOC yang dibeli keduanya sama-sama nihil. Hal demikian memang jarang dilakukan oleh perusahaan, namun demikian berdasarkan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4868.1 : 2013 (BSN, 2013) tentang bibit niaga (final stock) DOC ayam ras tipe pedaging mensyaratkan standar mutu, cara uji, pengemasan, pelabelan dan pengangkutan bibit niaga DOC ayam ras tipe pedaging. Dengan demikian maka setiap DOC yang dipasarkan wajib dilakukan pengujian persyaratan kualitati terhadap kondisi fisik, baik terhadap aspek produksi seperti performans atau kondisi eksterior maupun terhadap status kesehatan hewan. Khusus pemeriksaan kesehatan hewan wajib dilakukan oleh dokter hewan yang ditunjuk oleh gubernur bupati/walikota serta menerbitkan SKKH hasil pemeriksaan, sehingga sekalipun dalam tata niaganya tidak dilengkapi dengan SKKH, namun dapat dipastikan bahwa DOC yang dipasarkan tersebut sudah dilakukan pemeriksaan dan SKKH hasil pemeriksaannya bersifat kolektif untuk seluruh DOC yang dipasarkan saat itu.

- Penerapan biosekuriti terhadap hewan
ternak pengganggu.
Penerapan biosekuriti terhadap hewan/ternak penggangu dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kontak dengan hewan/ternak lain yang dapat mengganggu kesehatan ayam yang dipelihara, seperti kumbang, anjing, kucing, babi, burung piaraan, tikus dan lain sebagainya. Penerapan biosekuriti terhadap ternak pengganggu diharapkan ayam yang dipelihara tetap dalam kondisi sehat dan tidak terganggu atau tertular penyakit akibat keberadaan hewan ternak lain disekitar lokasi peternakan.

- Penerapan biosekuriti terhadap tamu
dan pekerja peternakan.
Penerapan biosekuriti ini dimaksudkan untuk membatasi lalu-lintas tamu pekerja keluar masuk lokasi peternakan. Selain pembatasan lalu lintas tamu atau pekerja, setiap tamu /pekerja yang keluar masuk lokasi peternakan harus bersih dan aman atau bebas dari mikroba penyebab penyakit, sehingga peternakan sebaiknya menyediakan tempat cuci kaki atau mungkin sarana mandi obat (dipping) untuk mensucikan diri dari mikroba bibit penyakit serta pakaian khusus yang dijamin sterilitasnya. Belum diterapkannya biosecurity ini dimungkinkan karena penerapan tersebut harus melibatkan orang lain untuk mentaati aturannya. Selain itu, penerapan aturan ini, masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak lazim dan cenderung dapat menyinggung perasaan baik tamu maupun pekerja peternakan.


- Biosekuriti terhadap ayam sakit/mati.
- Penerapan biosekuriti ini dimaksudkan untuk menghindarkan penularan ayam sakit/mati dari ayam-ayam yang sehat disekitarnya. Tindakan diagnose penting dilakukan untuk menentukan tindakan pencegahan khususnya melalui vaksinasi yang sesuai dengan jenis penyakit yang ditemukan ketika dilakukan diagnose. Hal ini dimungkinkan karena pemilik peternakan masih belum terbiasa untuk memperoleh pelayanan dari petugas kesehatan hewan yang ada di Nabire.

- Biosekurit terhadap pakan.
- Penerapan biosekuriti ini dimaksudkan untuk menjamin kualitas pakan yang diberikan kepada ayam yang dipelihara. Penerapan biosecurity ini dilakukan dengan asupan pakan yang berkualitas dan cukup kuantitasnya, diharapkan kondisi vitalitas dan kesehatan ayam menjadi lebih baik.
- Biosekurit terhadap kandang.
- Penerapan biosekuriti ini dimaksudkan untuk menjamin sanitasi kebersihan kandang dan sekitar kandang dalam satu lokasi peternakan, termasuk peralatan yang digunakan dalam kandang harus senantiasa bersih dan steril, serta bebas dari bibit penyakit. Penerapan biosecurity ini dilakukan dengan kandang dan tempat sekitar kandang yang bersih dan bebas penyakit, diharapkan ayam yang tinggal di kandang menjadi lebih sehat dan nyaman sehingga proses produksi menjadi lebih baik.


- Biosekuriti terhadap Limbah.
- Penerapan biosekuriti ini dimaksudkan untuk mencegah adanya pencemaran lingkungan sekitar kandang akibat limbah yang dihasilkan dari kegiatan produksi ayam. Hal ini dapat membantu menciptakan sanitasi dan lingkungan yang bebas dari polusi (pencemaran), baik fisik yang berupa bau, kimia yang berupa penimbunan gas methan yang dihasilkan dari kotoran ayam maupun polusi biologi berupa mikroba bibit penyakit. Jika terjadi pencemaran, akan berdampak pada manusia maupun ternak yang dipelihara dilokasi peternakan tersebut. Penerapan biosekuriti terhadap limbah dari masing-masing peternakan.
- Biosekurit terhadap Hygiene Peternakan Ayam.
- Penerapan biosekuriti ini dimaksudkan untuk memperoleh kualitas produk ayam potong (karkas) yang menjamin keamanan dan kelayakan pangan. Tindakan biosekuriti ini berupa penanganan terhadap ayam yang dipelihara mulai dari kualitas dan komposisi gizi pakan yang seimbang, kesehatan termasuk vaksinasi dan sanitasi lingkungan sekitar kandang. Dengan kualitas gizi yang seimbang akan dihasilkan produk ayam potong dengan komposisi gizi yang seimbang. Penerapan biosekuriti terhadap higieni peternakan ayam dari masing-masing peternakan.


“biosecurity is a team effort”
biosekuriti, sesuatu yang kecil berdampak besar
Thank you